Artikel Terbaru

Diposkan oleh : health pada 2:20 am tanggal October 21, 2015

Perjuangan Ibunda Chelsea Islan Hadapi Kanker Payudara

Health.ijomuda.com,- Siapa yang tak tahu artis cantik Chelsea Islan yang kerap membintangi berbagai film di Indonesia? Ternyata di balik kesuksesan dirinya sebagai artis, Chelsea Islan memiliki seorang ibu yang menderita kanker payudara. Dia adalah Samantha Barbara berusia 50 tahun telah divonis menderita kanker payudara stadium 2B.  

Dalam keluarganya tidak ada yang memiliki riwayat kanker payudara, sehingga Samantha Barbara seperti tersambar petir disiang bolong saat dokter mendiagnosis dirinya terkena kanker payudara. Meskipun tidak menyangka akan terkena penyakit kanker payudara, dia tetap ikhlas menerima dan berjuang menjalani berbagai pengobatan dalam waktu yang tidak singkat.

“Saya di diagnosis kanker payudara 2013. Selama 1,5 tahun saya keluar masuk rumah sakit” ujarnya. Diagnosis tersebut membuat dirinya kebingungan dan berupaya untuk mencari 2-3 orang dokter di Jakarta untuk menangani penyakitnya. Meskipun sedang berjuang melawan kanker payudara yang dideritanya, Samantha Barbara ikut aktif dalam menjalankan program-program sosial yang berkaitan dengan penanganan kanker. Selain itu, ibu dua anak ini masih terus aktif dan semangat menjalani hidupnya dengan penuh rasa senang bahkan dia pun mendirikan komunitas yang bernama “LOVE PINK” sebagai perkumpulan para survivor kanker payudara di Indonesia.

Perjuangan Ibunda Chelsea Islan Hadapi Kanker Payudara

“Sekarang, karena tiga minggu sekali harus kemoterapi biasanya saya perlu istirahat 1-2 minggu karena capek sekali, mual dan lain-lain” ujarnya saat mengawali perbincangan di Jakarta beberapa waktu lalu. Kemoterapi yang dijalankannya membuat rambut kepalaya menjadi rontok, namun dia masih terlihat segar dan cantik dengan penutup kepala yang warnanya serasi dengan busana yang ia kenakan. Di raut wajahnya tidak tampak kesedihan dan kesakitan seperti orang yang umumnya sedang menjalani kemoterapi.

Melalui love pink, dia memberikan dukungan kepada sesama penderita kanker lainnya juga berbagi informasi serta pengalaman seputar pengobatan, dokter maupun gizi makanan yang sangat baik dikonsumsi para penderita kanker. Itu semua dia lakukan untuk memberi dukungan moral serta saling menguatkan di sesama anggota komunitas. Ke depannya Samantha berharap love pink tidak hanya sekedar sebuah komusitas saja, melainkan menjadi sebuah yayasan yang dapat menampung para perempuan penderita kanker payudara. “Kami mulai mengurus syarat-syarat untuk bisa menjadi yayasan” ujarnya.

Setelah menjalani operasi, kemoterapi dan radiasi yang cukup panjang, kini Samantha telah dinyatakan bersih dari kanker payudara yang dideritanya. Dengan pengalaman yang dimiliki, Samantha dapat mengingatkan betapa pentingnya pemeriksaan sejak dini pada payudara. Dia menganggap kanker payudara bukan penyakit yang menakutkan. Penyakit kanker payudara ini memiliki kesempatan untuk disembuhkan jika dapat dideteksi pada saat masih di stadium awal. Kanker juga yang talah membuatnya sadar akan pentingnya dalam memperhatikan diri serta mengarahkan dirinya pada aerah yang lebih baik.